Anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) berada pada fase transisi kritis: mereka mulai mengembangkan identitas pribadi, menjalin pertemanan, sekaligus mengeksplorasi dunia maya yang semakin terbuka. Di tengah kebebasan ini, fenomena “mengintip” —baik secara fisik, daring, maupun melalui data pribadi—menjadi ancaman yang semakin nyata. Blog post ini menggali mengapa fenomena tersebut terjadi, apa konsekuensinya bagi perkembangan psikologis dan sosial anak, serta strategi praktis yang dapat diterapkan oleh orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan untuk melindungi generasi muda.